tentang bahagia

January 13, 2012 by inyo

hujan deres sederes-deresnya, untungnya kita sudah di mal. banyak hal yang bisa dipelajari kemarin waktu seharian jalan nemenin nyokap belanja oleh-oleh untuk staffnya, bagaimana menghargai orang-orang yang bekerja untuk kita, menjadikan mereka keluarga, dan sebagainya dan sebagainya. gak heran kalau ada staff yang bekerja dengan nyokap sejak saya masih dalam kandungan nyokap, alhasil dialah yang tahu segala macam cerita bisnis dan lika liku rumah tangga lebih dari kita anak-anaknya. bahkan sekarang staff andalan keluarga ini dipangil oma, nyokap juga ikut-ikutan manggil dia oma, jelaslah suaminya harus kita panggil opa biar imbang.

setelah belanja oleh-oleh, waktu perjalanan pulang ke rumah nyokap ngajakin makan steak. Β ok lah se-sekali, mengingat sejarah kesehatan keluarga kita yang beresiko tinggi maka saya sangat menjaga pola makan keluarga… well, paling gak menjaga pola makan nyokap lah. kalo saya sendiri sih lemak itu sahabat… tanpa lemak hidup ini jadi hampa.
menikmati makan malam dengan nyokap sambil ngobrol segala macam hal sangat menyenangkan, untung gak nyinggung-nyinggung soal pernikahan… lega.

pagi ini tib- tiba saya keingat pemandangan 3 atau 4 hari lalu, hujan deres nyetir sendirian perjalanan pulang ke rumah sempat berhenti di lampu merah. ada beberapa anak kecil kehujanan, meminta recehan ke semua kenderaan yang berhenti. yang satu lagi duduk dibawah tiang traffic light sambil makan roti yang saya yakin sudah basah total.
pemandangan gini nih yang bikin miris. kok tega-teganya ya anak-anak ini disuruh kerja beginian. saya yakin kalau mereka bisa nolak gak akan maulah kayak gitu. mungkin mereka sudah gak punya orang tua atau mungkin justru orang tuanya yang nyuruh begitu *mudah-mudahan tidak

gak tahu karena emang saya masih punya hati atau karena kebawa suasana hujan deres, gelap, angin kenceng dan ditambah lagu dari ipod kerandom lagu yang liriknya “aku percaya kudapatkan yang terbaik, aku percaya kudapatkan dalam hidupku …. ” kok nangis…, untung sendirian. malu aja gitu kalau dilihat orang

saya bersyukur masih dikasih kesempatan hidup dengan orang tua dan keluarga yang saling sayang, berantem-berantem dikit itu biasa, nama juga manusia, tiap manusia punya ego masing-masing kan. nonton aja drama korea kalo gak percaya.
saya bersyukur hidup saya (kelihatannya) sangat jauh lebih baik dari anak-anak itu, tapi saya juga yakin anak-anak itu punya kebahagiaan tersendiri dengan cara mereka sendiri kok.

%d bloggers like this: