tentang memberi

June 15, 2017 by inyo

“Tapi saya gak punya uang banyak untuk dibagi”, atau “apa yang mau diberi kalau kita sendiri kurang?”, atau “iya nantilah gampang”.

Sering sekali kita tidak memberi kesempatan pada diri kita sendiri untuk berbagi atau memberi. Jangankan untuk orang lain, bahkan kadang untuk diri kita sendiri kita tidak sempat, bahkan tidak mau berbagi.

Kebiasaan kecil yang sering saya temukan saat menyetir di jalan raya yang padat kadang membuat diri stress sendiri. Bayangkan mobil dan sepeda motor berebutan bahkan nyaris nempel dengan kenderaan kita hanya karena ingin cepat sampai tujuan. Tidak ada yang salah dengan sikap sigap dan on time. Tetapi toleransi berkenderaan rasanya juga penting demi keselamatan bersama. Kita tidak akan lebih cepat sampai lima atau sepuluh menit saat melewati jalanan macet dengan memberi kesempatan mobil atau sepeda motor bergantian melewati jalur yang padat. Alih-alih disaat kita berebutan jalur, besar kemungkinan kenderaan kita saling bersinggungan dan menimbilkan masalah baru.

Ada kebahagiaan tersendiri saat kita bisa memberi, entah itu uang, tenaga, waktu, bahkan perhatian kecil kepada orang lain.

Kesibukan kerja ditambah dengan banyaknya update berita yang harus kita baca atau tonton, belum lagi eksistensi di media sosial membuat kita seperti kehabisan waktu. Entah sekedar menelepon orang tua yang tinggal berjauhan, atau bahkan mengobrol langsung dengan rekan kerja disekitar kita.

Kalau kita mau, kita bisa berbagi atau memberi. Dan hal itu tidak membutuhkan biaya. Dan ada banyak sekali cara yang bisa kita lakukan. Bahkan membagi waktu kita sendiri hanya untuk sekedar menikmati dan menyadari betapa cantiknya pertumbuhan tanaman di halaman rumah kita cukup membuat kita bahagia. Tidak perlu mencari kebahagiaan, karena bahagia itu ada didalam diri kita sendiri.

#BahagiaTanpaBiaya

%d bloggers like this: