tentang sahabat 

June 23, 2017 by inyo

Pernah nonton film “bride wars”? Cerita tentang dua sahabat super dekat sejak masa kecil sampai dewasa yang melakukan kebodohan fatal hanya karena keegoisan sesaat, pun di akhir cerita hubungan yang baik terjalin kembali.

Itu hanya film. Tapi benarkah hanya ada dalam film fiksi saja?

Belum lama ini saya mendengar dua orang teman yang bersahabat begitu dekatnya mengalami perang dingin. Tentu bukan masalah pernikahan karena keduanya pun memiliki pasangan yang siap melangkah ke catatan sipil juga tidak.

Saya tahu dalam diri mereka ada perasaan sayang, bahkan lebih dari sekedar sayang. Hanya saja kadang keegoisan yang membuat keretakan itu muncul. Keegoisan dalam pola pikir yang dikemukakan secara frontal yang mungkin tidak bertujuan saling menyakiti. Orang bijak berkata “hanya sahabat dekatlah yang bisa menyakiti lebih dari apapun”, entah itu sengaja atau tidak.

Saat kita benar benar sayang dengan sahabat, apa yang harus kita lakukan? Mendukung dalam segala hal bagaikan bayangan cermin? Ataukah menjadi cermin realistis?

Dukungan dalam segala hal bisa saja menjerumuskan, tetapi menjadi realistis kadang kala bisa menyakiti pihak lain tanpa disengaja.

Tujuan baik belum tentu dapat dieksekusi dengan benar.

Jadi apakah kita harus berhenti berbuat benar demi sebuah kebaikan? Bagaimana bisa menjadi benar kalau tidak dengan tujuan yang baik?

Tidak ada yang tahu apakah hal benar yang dilakukan sekarang bisa menjadi baik di esok hari. Sebaliknya tidak ada yang menjamin hal yang dianggap baik akan menjadi benar dikemudian hari.

Apapun bisa terjadi. Tetapi sahabat akan selalu menjadi sahabat… kalau itu benar benar sahabat.

Seperti tagline salah satu iklan shampoo … pakai kepala dingin.

%d bloggers like this: