emansipasi pernikahan masa kini

October 5, 2017 by inyo

belum lama ini saya mendengar kabar dari salah satu teman dekat kalau orang tuanya berantem hebat. saking hebatnya pertikaian rumah tangga itu salah satu orang tuanya minggat dari rumah. hebatnya yang minggat bukan perempuan, tetapi sang pria kepala rumah tangga, alias papanya. dan ajaibnya lagi yang perempuan gak pake acara nangis-nangis semacam di film-film romantis.

dimana-mana ya serial drama itu kalau ada yang berantem yang minggat itu perempuan, lha kok ini yang minggat yang laki sih?

dari sini saya semakin yakin, makin kesini kekuatan girl power itu makin gak kebendung.

dulu punya boss perempuan itu agak diragukan. sekarang? boss perempuan lebih telaten ngurusin perusahaan.

dulu perempuan cuma disuruh ngurus rumah tangga aja di rumah, sekarang pun diem di rumah bisnis online mereka mungkin hasilnya lebih besar dari pendapatan suami.

dulu istri harus bisa masak biar disayang suami, sekarang  istri pintar memilih pesan makanan secara online yang pasti-pasti enak ketimbang dapur kotor berantakan tanpa hasil.

bahkan belum lama ini saya membaca berita di salah satu situs berita kalau perempuan di Saudi Arabia sudah diperbolehkan memiliki ijin berkendara.

saya pribadi kalau sampai satu waktu menikah mungkin lebih suka jadi suami yang bekerja dari rumah sambil mengurus rumah tangga. apalagi kalau ketemu istri yang gak terlalu rapi mengurus rumah alias berantakan, hmmm daripada nanti malah cerai karena masalah make up yang berserakan di kamar atau high heels yang kiri kanan gak ditata secara rapi mending saya yang di rumah untuk memastikan semuanya rapi dan sedap dipandang.

tapi masih banyak juga orang yang merasa kalau suami harus lebih tinggi kedudukannya dari istri. waduh bro.. ini jaman sudah berubah. mana ada yang mau diintimidasi seperti itu?

semua manusia dilahirkan untuk memiliki hak hidup yang sama. tidak pandang dia pria atau wanita. tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah.

saya sangat senang kalau melihat teman yang merasa bangga terhadap kesuksesan istrinya, pun kadang melebihi kesuksesan diri dia sendiri sebagai suami. jaman sekarang gak perlu malu kalau istri bisa lebih besar incomenya daripada suami. ingat saja rejeki itu sudah ada yang atur. kalau memang rejeki istri sedang lebih besar dari suami memangnya kenapa? selama sang istri juga tidak menjadi semena-mena dan lupa bahwa dia juga harus tetap menghargai suaminya sebagai kepala keluarga dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri .

saya pikir gaya hidup rumah tangga kekinian seperti dalam film the intern mungkin akan semakin berkembang.

intinya saling memahami, menghargai, dan meletakan cinta yang tulus diatas segala-galanya akan membuat ‘kapal’ itu bertahan dan terus berlayar dalam bahtera rumah tangga yang tentu saja tidak selamanya mulus.