selingkuh itu sehat

October 5, 2017 by inyo

mungkin judul ini akan membuat saya digampar, dihujat, dimaki, atau bahkan didukung dan disanjung-sanjung, tentu saja oleh para pelaku.

sabar…..

kenapa saya bilang selingkuh itu sehat karena ada alasannya. tapi sebelumnya kita samakan dulu selingkuh itu sebatas apa. sebatas teman ngobrol, teman tukar pikran, teman lucu-lucuan via pesan singkat, atau teman tidur?

buat beberapa teman saya yang mengagung-agungkan relationship, punya pacar dan tetap bermain tinder itu sudah termasuk selingkuh kelas berat.

buat saya pribadi, selama tidak ketemu, tidak melakukan hal-hal “ajaib”, saya anggap itu hanya pertemanan, selingkuh tipis-tipis lah.

ibarat kata pola makan. kalau kurang variasi berakhir akan bosan dan juga tidak sehat. jadi selama tidak melewati batas buat saya “selingkuh lucu-lucuan” itu sehat.

teman dekat saya memiliki slogan kehidupan “tak ada gading (baca: rumah tangga) yang tak retak”

memang.. pun mungkin tidak selingkuh, atau lebih tepatnya tidak ketahuan selngkuh, tapi saya yakin sebagai manusia pasti pernah tergoda untuk melakukannya dengan berbagai alasan yang berbeda-beda.

saya pernah melakukannya. bahkan lebih dari sekedar pernah. alias pernah banget.

hasilnya? saya merasa tidak ada gunanya bermain api. karena pasangan mau diganti seribu kali juga tetap saja tidak ada yang sempurna. kalaupun ketemu yang sempurna mungkin dia akan menjadi tidak sempurna setelah dekat dengan kita.

jadi setelah melewati beberapa fase “perselingkuhan lucu-lucuan” saya merasa hubungan jadi lebih solid.

sekarang apa jadinya kalau tiba-tiba kita yang diselingkuhin?  ya sudah.. terima nasib. ingat saja hukum tabur tuai. jangan salahkan siapa-siapa termasuk jangan salahkan diri sendiri, karena semua yang terjadi itu pasti ada maksud dan tujuannya.

kalau sampai pada akhirnya tidak kena balasan, saya pikir kita  tidak perlu mengaku ke pasangan. tidak perlu sok bersih, berakhir malah kacau. yang ada selingkuh yang harusnya sehat malah jadi kronis. dengan catatan tidak lagi mengulangi kenakalan tersebut dan berjanji kepada diri sendiri untuk menyayangi dan mencintai pasangan lebih dari sebelumnya *selama tidak khilaf dan tidak ketemu faktor yang bikin khilaf. karena kadang kekhilafan itu suka muncul sendiri tanpa dicari-cari.