tentang diam

November 29, 2017 by inyo

beberapa hari yang lalu, saya harus mengerjakan sesuatu di rumah. tak disangka-sangka listrik saat itu padam secara menyeluruh. tidak butuh waktu berjam-jam laptop yang saya gunakan telah kehabisan daya. menyusul kemudian ponsel ikut-ikutan ingin beristirahat sejenak tanpa paksaan untuk diberi asupan tenaga listrik.

pemadaman listrik menyeluruh ini cukup lama, sekitar tujuh sampai delapan jam. saya mulai kehabisan ide harus melakukan apa.

akhirnya saya mencoba memanjakan diri dengan membaca komik, namun entah kenapa saat itu bukan moment yang tepat, saya tidak merasa menikmati kegiatan yang yang biasanya membuat saya bahagia itu.

berganti dengan masuk ke dapur, mencoba mencari bahan yang bisa diolah menjadi sesuatu. akan tetapi hal itu juga tidak membuat saya merasa senang.

pada akhirnya saya teringat sebuah pesan bijak… “when you can not do anything, then do nothing”… sesederhana itu… jika tidak dapat melakukan apapun maka jangan lakukan apapun.

saya akhirnya memilih duduk di balkon, menikmati tidak melakukan apapun. hanya duduk, dan menyimak suara air berkecipak di kolam ikan, suara burung-burung liar dipepohonan sekitar rumah, suara anjing-anjing peliharaan yang kadang menggonggong tanpa alasan saat mereka bermain bersama. tanpa sadar saya sudah duduk diam seperti itu cukup lama. saya dikejutkan oleh keinginan untuk berkunjung ke toilet. sekilas melirik jam di tembok dan manyadari sudah lebih dari dua jam saya menikmati duduk diam di balkon tanpa melakukan apapun.

kenyataan saya menikmati berdiam tanpa melakukan apa-apa seperti itu sangat merelaxkan pikiran. bahkan setelah listrik kembali berhasil mengisi daya laptop, saya mampu mengerjakan pekerjaan yang harus saya lakukan beberapa jam sebelumnya dengan sangat cepat dan terasa sangat efisien.

mungkin tubuh kita butuh istirahat… total…. tanpa ada gangguan apapun, sesekali hanya kembali menyatu dengan alam. karena saya pikir bagaimanapun diri kita ini bukanlah produk digital, atau buatan manusia.

tubuh, jiwa, dan pikiran kita ini adalah produk alam, yang juga butuh diisi oleh tenaga yang bersumber dari alam.

jadi saat ada kesempatan kita tidak dapat melakukan apapun, tidak ada salahnya untuk diam saja. bukan berarti kita malas, bodoh, atau tidak menghargai waktu. justru menurut saya kita sangat menghargai kesempatan yang diberikan kepada kita yang mungkin tidak diperoleh semua orang.