tentang Harta dan Hati

December 21, 2017 by inyo

Awal bulan desember ini saya mendengar cerita salah satu teman yang mendapat warisan dari kerabat orang tuanya yang tidak menikah dan tentu saja tidak memiliki keturunan. Namun sayangnya warisan itu tidak dapat ia terima begitu saja tanpa adanya drama yang melibatkan pemeran dari pihak keluarga lainnya.

Pada akhirnya memang teman saya ini menerima warisan tersebut, hanya saja jumlahnya tidak seperti yang seharusnya ia peroleh apabila tidak timbul pertikaian yang cukup menguras tenaga, waktu, dan tentu saja pikiran.

Kadang saya berpikir, memiliki harta itu ribet. Tapi tidak memiliki harta juga mempunyai keruwetannya sendiri. Serba salah.

Harta kadang membuat hati kehilangan kharismanya. Harta kadamg juga meretakan jalinan hubungan kekerabatan yang pada awalnya melekat sempurna. Namun tanpa harta juga kadang ikatan pertalian hati bisa terurai menjadi benang-benang halus yang rentan putus.

Ada yang menyatukan hati demi harta, dan adapula yang menutup mata hati karena harta. Sepertinya harta dan hati ini bagaikan saudara kandung yang kadang kala bertengkar, berantem. bahkan bertikai tanpa ada kejelasan namun tak akan mampu untuk berpisah bukan hanya karena ada pertalian darah namun lebih dari itu, ada kemelekatan batin.

Kalau memang harta dan hati tak mungkin terpisahkan, mungkin sudah waktunya unsur kerelaan dan keikhlasan hadir diantara mereka. Jangan biarkan harta merusak perasaan hati yang lembut, demikian juga jangan beri ruang untuk hati bernafsu menguasai harta. Semua ada bagiannya masing-masing, dan segalanya sudah memiliki porsinya sendiri.

Harta dan Hati…..  berdamailah kalian.

contact

+628123930931
whatsapp available
%d bloggers like this: