menolerir ketidak sempurnaan

menjadi orang yang memiliki bakat OCD, obsessive compulsive disorder, cukup melelahkan. apalagi saat segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan rencana atau tidak terjadi seperti yang diinginkan, lebih jauh lagi sesuatu yang terjadi diluar perkiraan dan harapan. hal-hal demikian sangatlah melelahkan.

beberapa hari yang lalu saat salah satu lampu di taman rusak, mungkin karena usia pemakaian dan juga curah hujan yang sangat deras cukup membuat perasaan terganggu. setelah lampu tersebut diperbaiki dan menyala seperti sedia kala, giliran pompa kolam ikan yang bermasalah. selepas urusan pompa ikan beres, pohon buah majapahit yang terlalu rimbun menjadi sedikit miring karena curah hujan dan angin kencang yang membebani dedaunannya. belum lagi salah satu anak anjing yang muncul masalah kulitnya karena faktor genetik. semuanya diselesaikan satu persatu untuk bisa kembali sempurna seperti sedia kala.

namun berusaha untuk selalu dalam kesempurnaan itu sangatlah menguras tenaga. bukannya saya merasa senang, alih-alih saya malah merasa kurang menikmati hal-hal indah lainnya.

teringat salah satu tulisan Ajahn Brhamn tentang dua batu bata yang keliru dipasang di tembok biara dan membuat kesempurnaan itu sirna, hanya karena dua bata yang keliru itu bagian tembok lainnya yang indah menjadi terabaikan. akhirnya saya mulai belajar untuk menolerir keadaan.

bukan berarti berubah menjadi orang yang cuek, tidak pedulian, tidak mengurus hal-hal yang seharusnya dibenahi dan sebagainya. bukan seperti itu. akan tetapi hanya belajar menolerir apa yang terjadi saat itu dan menikmati hal-hal indah lainnya yang sudah sepatutnya untuk dihargai.

sambil mengobati anak anjing yang sakit saya juga menikmati bermain dengan anak anjing lainnya yang sangat sehat.

sambil menunggu pohon majapahit diluruskan dan dipasang penyangga oleh para gardener, saya menikmati bentuknya yang sedikit miring itu memberikan keindahan lain di halaman rumah.

saat pompa kolam ikan rusak dan tidak ada gemericik suara air, kolam ikan itu menjadi sangat tenang dan saya baru menyadari berapa banyak ikan yang ada begitu indah bergerak ringan seolah-olah menari dalam air.

dan saat tidak ada yang bisa saya lakukan, saya hanya duduk diam, menikmati udara segar, suara kicauan burung-burung liar serta cahaya matahari yang bersinar cerah diantara pepohonan di halaman rumah.

saya mendapatkan pelajaran… menolerir ketidak sempurnaan adalah cara menikmati sebuah kesempurnaan

Published by inyo

interior decorator, and master of ceremony

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: