Kesadaran penuh

Aktifitas yang begitu padat kadang kala tanpa sadar membuat kita bergerak seperti mesin, bergerak otomatis hingga kadang tak menyadari sepenuhnya apa yang sedang dikerjakan.

Hal ini juga terjadi pada diri saya. Tak dipungkiri terkadang tubuh, pikiran, dan perasaan bergerak tak sejalan atau bahkan bisa jauh berlawanan sampai terjadi sesuatu hal yang menjadi titik balik kesadaran itu hadir kembali, menyatu dengan jiwa dalam tubuh yang tersadar.

Seperti saat berkebun kadang kala pikiran dan tubuh yang tidak sejalan bisa bergerak tanpa kendali penuh. Tangan saya sedang mencabut rerumputan liar, sementara pikiran saat itu entah berkelana kemana. Hingga tiba-tiba sebatang ranting yang keras menabrak wajah saya. Atau mungkin saya yang menabrak ranting keras itu. Kejadian yang begitu cepat tersebut hampir membuat mata kiri saya hampir celaka dan bisa mengakibatkan kebutaan. Ranting itu menabrak bola mata sebelah kiri dengan keras, hanya karena refleks kelopak mata saya menutup dan bagian kelopak luar mata itu yang berbenturan keras, menjadi lebam, bengkak, dan tergores hingga berdarah.

Andaikata hal yang lebih buruk terjadi, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

Setelah hilang dari rasa kaget dan menyadari ada rasa sakit di kelopak mata sebelah kiri, saya hanya bisa bersyukur bahwa ranting itu tidak masuk kedalam bola mata dan membuat bahaya yang lebih besar.

Semua terjadi karena tubuh dan pikiran bergerak tak selaras.

Tubuh dan pikiran bergerak tanpa kesadaran penuh. Tangan sedang mencabut rerumputan liat namun pikiran entah ada dimana.

Padahal sudah cukup banyak buku dan artikel tentang apa dan bagaimana kesadaran penuh itu saya baca, namun saya belum sepenuhnya mempraktekannya.

Butuh latihan untuk bisa menguasainya. Tetapi kesadaran penuh itu sangatlah penting. Mawas diri dan lebih mengenal lebih jauh siapa diri kita sebenarnya akan dapat kita temukan saat diri ini sudah lebih sering melatih kesadaran penuh.

Kita akan lebih menyadari setiap langkah jejak kaki kita, sadar penuh setiap gerak tubuh dan jalan pikiran, bahkan hal yang sangat mendasar seperti merasakan dengan rasa syukur setiap tarikan nafas kehidupan dalam tubuh sehat yang merupakan karunia besar dalam kehidupan.

Bukan hanya sekali ini sebuah kecelakaan kecil terjadi hanya karena kurangnya kesadaran penuh. Dahulu pernah juga jidat terluka cukup dalam terkena balok saat berada di sebuah proyek pembangunan rumah. Namun kejadian yang hampir membutakan salah satu indera penglihatan kali ini menjadi alarm dalam diri saya untuk makin berlatih kesadaran penuh.

Saya yakin dengan seringnya berlatih kesadaran penuh, bukan hanya jasmani kita yang akan lebih terkendali, namun lebih dari itu pasti akan ada jiwa yang sehat dalam raga.

Published by inyo

interior decorator, and master of ceremony

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: