belajar parenting

bukan berarti berencana akan memiliki anak, tidak seperti demikian juga. tapi rasanya dengan belajar parenting itu dapat menjadi salah satu cara mengenal pola asuh orang tua kepada kita dan mengembangkan nilai diri kita sendiri.

menghargai apa yang sudah orang tua lakukan demi tumbuh dan kembang diri kita bukan hanya sekedar fisik, tetapi juga mental. menghargai waktu yang telah mereka berikan yang terkadang harus mengenyampingkan waktu untuk kepentingan dan kesenangan diri mereka sendiri. serta mengenal karakter dan jati diri apa yang dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi.

manusia itu mahluk yang mampu beradaptasi. adaptable. jadi bukan tidak mungkin karakter kita dapat berubah sejalan waktu dan peristiwa yang kita alami. melalui cerita teman-teman yang sudah memiliki anak, atau lewat podcast parenting, dan bahkan artikel-artikel tentang bagaimana menjadi orang tua yang sesuai dengan perkembangan jaman kita dapat belajar banyak hal mendasar.

kita tidak dapat memilih siapa yang menjadi orang tua kita, itu semua sudah menjadi takdir dan jalan hidup. namun bukan berarti kita tidak dapat berkembang menjadi jauh lebih baik dari yang orang tua harapkan. kadangkala harapan mereka terbentur keadaan. dan ingat.. tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mengendalikan situasi dalam hidupnya dengan mudah.

dengan belajar parenting sedikit banyak ada hal-hal yang akan kita pahami semisal contoh mengapa dan apa tujuan orang tua kadang terlampau keras atau dispilin mangasuh kita sejak kecil hingga bahkan menjelang remaja dan dewasa. atau kita juga akan menjadi lebih mengerti betapa tidak mudahnya memiliki gelar sebagai orang tua. butuh tanggung jawab yang tiada akhir.

tentu saja pola mengasuh anak jaman dahulu dan sekarang berbeda, jaman pun sudah berubah. namun dari belajar parenting ini ada satu hal yang saya temukan dari dahulu sampai sekarang tidak berubah. apa pun tehnik parenting yang diterapkan, dan pasti tidak semua orang tua menerapkan metode yang sama, tujuannya adalah menjadikan buah hati kesayangan dan cinta mereka menjadi pribadi yang jauh lebih baik, setidaknya menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari diri mereka sebagai orang tua.

karena tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya gagal. segala daya upaya, doa serta usaha pasti akan dikerahkan demi anaknya.

tidak akan pernah ada kata cukup untuk kita membayar dengan nilai nominal akan apa yang orang tua telah berikan pada kita.

dengan belajar parenting kita dapat belajar mengendalikan ego, mengendalikan kepentingan diri sendiri, mengendalikan emosi negatif, mensyukuri segala apa yang ada, serta masih banyak hal lainnya lagi. karena menjadi orang tua yang mengasuh anak itu layaknya seperti atlet yang berlatih untuk sebuah turnamen atau pertandingan. menguatkan perasaan tidak tega saat harus mendisplinkan anak, menjaga kesehatan fisik karena mengasuh anak membutuhkan ketahanan jasmani, mengelola stress yang bukan tidak mungkin terjadi disaat perasaan lelah itu muncul, disaat bersamaan ada rasa bahagia yang datang dari ucapan syukur akan karunia sebagai orang tua.

belajar soal parenting bagaikan belajar tentang kehidupan. belajar menata diri menjadi lebih baik, lebih baik lagi, dan terus bergulir sejalannya waktu.

Published by inyo

interior decorator, and master of ceremony

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: